Ratu Penipu Hollywood, WNI Hargobind Punjabi Tersangka Kasus Penipuan di AS




Seorang pria Indonesia dipersidangkan di London, Inggris pada Jumat 4 Desember 2020 atas dugaan kasus penipuan yang dilakukannya di Amerika Serikat. Dijuluki sebagai ‘Con Queen of Hollywood’ atau Ratu Penipu Hollywood, ia diduga melakukan sejumlah kasus penipuan, termasuk salah satunya meniru eksekutif perfilman wanita untuk mengelabui banyak calon bintang yang akan berkarier di Hollywood. Agen Slot Joker

Tersangka adalah Hargobind Tahilramani Punjabi (41). Ia diduga telah menipu ratusan ribu dolar dari para calon bintang yang penuh harapan untuk berkarier di Hollywood.

Biro Investigasi Federal AS atau FBI sedang menyelidiki dugaan penipuan tersebut, yang diduga sudah dimulai sejak 2013.

Dikutip dari BBC, Sabtu (5/12/2020), Punjabi baru-baru ini ditangkap di Inggris. AS telah mengajukan permohonan untuk ekstradisinya.

Penangkapan tersebut dilakukan atas dasar pencurian identitas, penipuan melalui telekomunikasi (wire fraud), dan konspirasi untuk melakukan aksi penipuannya tersebut.

Permintaan ekstradisi diharapkan dapat direalisasikan pada bulan Januari 2021.

Pada persidangan Jumat lalu di Pengadilan Magistrat Westminster, Hakim David Robinson mengatakan bahwa ada alasan kuat untuk percaya bahwa Punjabi tidak akan menyerahkan diri ke pengadilan berikutnya jika dia diberikan bebas dengan jaminan. Oleh karena itu, pengadilan memtuskan untuk menahannya selama 28 hari.

Punjabi ditangkap oleh polisi di Manchester pekan lalu dengan bantuan penyelidik swasta dari sebuah perusahaan bernama K2 Integrity.

Modus Penipuan

Punjabi diduga menyamar sebagai berbagai bos rumah produksi film Hollywood, di antaranya Kathleen Kennedy (Lucasfilm), Amy Pascal (eks-Sony Pictures), dan Sherry Lansing (eks-Paramount).

Dia juga diduga berpura-pura menjadi Wendi Murdoch, pengusaha, produser film dan mantan istri Rupert Murdoch, bersama dengan beberapa eksekutif film pria.

Kantor berita AFP mengatakan bahwa dokumen pengadilan, yang diajukan di California, menunjukkan pekerja industri film didekati dengan tawaran pekerjaan di industri hiburan yang menguntungkan dan diinstruksikan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia untuk tugas-tugas termasuk pencarian lokasi, penelitian dan penyusunan skenario.

Sebuah dokumen menyebutkan bahwa Punjabi akan menggunakan aksen palsu dan mengubah suaranya agar terdengar seperti wanita –yang kemudian menjadi dasar bagi media untuk menjulukinya sebagai ‘Ratu Penipu’.

Video Pelatihan Palsu

Ketika para korban tiba di Indonesia, mereka diduga ditipu dengan mata uang AS untuk pembayaran di muka kepada Punjabi dan rekan-rekannya, yang menawarkan proyek film yang tidak pernah terwujud. situs judi slot pragmatic

Jika para korban mengeluh atau menyatakan keraguan, Punjabi kadang-kadang mengancam untuk mengeluarkan mereka dari “proyek film” tersebut.

FBI mengatakan bahwa dugaan penipuan itu beralih ke “video pelatihan palsu”. Hal itu terjadi ketika larangan perjalanan diberlakukan karena pandemi virus COVID-19.

“Ini dimulai sebagai penyelidikan terhadap satu kasus peniruan identitas, tetapi berkembang dari sana menjadi penyelidikan terhadap serangkaian peniruan identitas,” imbuh Jules Kroll selaku salah satu pendiri K2 Integrity.

 

sumber : liputan 6

Related Post